Dojo 47 INKAI Jakarta Selatan adalah ranting dari INKAI (Institut Karate-Do Indonesia) yang baru didirikan di tahun 2017 oleh Senpei Slamet Riyanto, sekarang ini yang menjabat sebagai Ketua Ranting adalah Senpei Slamet Riyanto (Dan 2), Adapun tujuannya turut serta membangun manusia Indonesia seutuhnya, melalui pendidikan Karate-Do dan menciptakan generasi penerus bangsa yang berbudi luhur, bertintegritas yang tinggi serta rendah hati
Sekretariat
Sekretariat : Jl. PMD No. 47 RT. 005/006 Cipulir Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Telp. 0217235926 Hp. 081297358069
Rabu, 02 November 2016
Panduan Pelatihan Dasar Karate
Video Pelatihan Karate dari sabuk putih sampai dengan sabuk coklat karya
Sensei Sumarman Minat PM or Inbox
Rabu, 24 Agustus 2016
INKAI JUARA UMUM PIALA PANGLIMA CUP IV CILANGKAP JAKARTA
Jakarta, 25 Agustus 2016
Post by. Slamet Riyanto
Kembali INKAI FORKI menjadi jawara di ajang Tournament Panglima Cup IV di GOR Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur yang berlangsung pada tanggal 19-21 Agustus 2016. INKAI Forki mendapatkan 7 Emas, 2 Perak, 7 Perunggu, di susul oleh KKI dengan perolehan 6 Emas, 3 Perak, 8 Perunggu. berarti untuk perolehan total medali KKI lebih unggul dari pada INKAI FORKI.
Oleh sebab itu kita semua harus waspada dan berbenah diri untuk meningkatkan prestasi serta melakukan regenerasi untuk atlit agar tidak terpuruk di event-event selanjutnya. saling bahu membahu demi kemajuan INKAI FORKI. bersama kita ciptakan atlit-atlit yang berkualitas dan membuka ranting-ranting baru di seluruh wilayah Indonesia sehingga dapat menjaring atlit-atlit yang berbakat kata Salah satu Dewan Guru INKAI FORKI yaitu Shihan Harmen saat saya berlatih dengan beliau di Dojo Telkomsel Jakarta.
Mari kita semua selaku keluarga besar INKAI FORKI saling menggalang kekuatan dan bersatu padu, hormat menghormati dan terus menjalankan serta mengamalkan apa yang sudah tertuang di dalam Sumpah karate. Hilangkan segala egoisme demi memperkuat barisan dan terhindarkan dari perpecahan.
Jumat, 27 Mei 2016
ATLIT JUARA DI O2SN 2016 AKAN MENDAPATKAN PENDIDIKAN KHUSUS
Jakarta, 27 Mei 2016
By. Slamet Riyanto
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad mengatakan,
Kemendikbud akan membuat standardisasi cabang olahraga yang dipertandingkan pada O2SN mendatang. "Mulai dari SD, SMP, SMA, SMK (termasuk Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus,-) itu diharapkan ada benang merah. Ini akan coba kita evaluasi secara menyeluruh," katanya saat memberikan sambutan pada acara Penutupan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional 2015 di Hotel Swiss Belinn, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (7/8/2015) lalu.
Hamid mengimbau, pemerintah daerah untuk menyiapkan peserta O2SN yang menjadi wakil daerahnya dengan sebaik-baiknya. Kemendikbud, kata dia, menginginkan kualitas O2SN terus meningkat setiap tahunnya. "Kami titip betul kualitas pelaksanaan olimpiade kita semakin bagus sehingga hasilnya ke depan menjadi semakin lebih berkualitas," ujarnya.
Hamid mengungkapkan, ke depan Kemendikbud akan bekerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia dalam membina siswa yang berprestasi di bidang olahraga untuk masuk ke jalur olahraga prestasi. Saat ini, kata dia, Kemendikbud hanya sekadar membina siswa tersebut sebatas jalur pendidikan olahraga. "Bagi adik-adik semua yang berprestasi ini, kita nanti arahkan untuk dibina melalui jalur olahraga prestasi," tuturnya.
Hamid menyampaikan, mulai tahun ini peraih medali emas cabang olahraga catur dan karate pada ajang O2SN berkesempatan mewakili Indonesia untuk berlaga di kejuaraan catur dan karate antar siswa tingkat internasional. "Para pemenang nanti akan ada pembinaan secara khusus lagi di cabang olahraga catur dan karate agar adik-adik kita bisa bertanding di tingkat internasional," ucapnya. (Sumber : kemendikbud)
Semakin kedepan ajang O2SN semakin bagus, dimana tahun 2016 O2SN sistemnya akan berbeda dengan tahun 2015. Karena pada O2SN 2016 bagi siswa yang berprestasi dari tingkat SD/SMP/SMA/SMK akan mendapat pembinaan dan mendapat kesempatan masuk pendidikan kejenjang lebih tinggi melalui jalur olah raga prestasi.
Dari sinilah diharapkan regenerasi atlit olah raga dari bidang yang di pertandingkan tersedia. Jadinya negara tercinta dalam mengikuti event tingkat asia dan iternasional akan menghasilkan mendali terus menerus.
Oleh sebab itu daerah harusnya berperan aktif dalam pembinaan atlit dari sekolah-sekolah dan diberikan biasiswa kepada siswa tersebut sehingga regenerasi atlit daerah juga tersedia banyak bila atlit yang terbaik masuk pembinaan di provinsi atau nasional.
Senin, 15 Februari 2016
BERLATIH DI HONBU DOJO
Jakarta, 14 Februari 2016
Post By. Slamet Riyanto
Di minggu pagi yang cerah pada tanggal 14 Februari 2016 saya dan anak saya menyempatkan diri untuk berlatih di Honbu Dojo Kodam Jaya Cawang Jakarta Timur. dilatih oleh Dewan Guru Shihan Harmen Lukas dan Sensei Deni Karundeng dan beberapa Senior Dan 6 salah satunya Sensei Nelwan Rompis, Sensei Ilyas Rompis , Sensei Zulkarnaen serta beberapa Senior Dan 5 yaitu Sensei Sumarman, dll. selama dua jam kami berlatih dengan semangat Bushido walau keringat bercucuran dan rasa lelah di seluruh tubuh kami semua tetap semangat berjuang hingga selesai waktu latihan.
Selesai berlatih sedikit wejangan dari Shihan Harmen Lukas dan beberapa informasi sekitar Munas INKAI dan Kejurnas INKAI yang dilaksanakan di Semarang kemarin dengan hasil DKI Jakarta menjadi Juara Umum di Kejurnas.
Minggu, 22 November 2015
Ceyco Georgia Zefanya Hutagalung Sang Srikandi Karate Indonesia
Menariknya Ceyco meraih emas lewat pertarungan sengit melawan wakil Turki, Eltemur Elda di babak final. Sempat terkejar 5-5 lewat tendanan mawahi geri lawan, Ceyco akhirnya menang setelah pukukannya berhasil meraih angka pada detik-detik terakhir pertandingan. Ceyco pun menang 6-5.
Ini merupakan emas pertama Ceyco di kejuaraan dunia WKF. Wanita kelahiran 24 Juni 1999 itu mengaku tidak menyangka bisa keluar sebagai juara karena sejak awal hanya menargetkan perunggu.
Karena itu dia sangat senang saat mampu melampaui targetnya. Namun siapa sebenarnya yang mengenalkan Ceyco ke dunia karate? "Tante saya," jawabnya singkat saat ditanya usai pertandingan.
"Kebetulan dia juga dulu atlet karate," sambung siswi kelas II SMA 39 Jakarta tersebut.
Yang dimaksud tante oleh Ceyco tenyata adalah mantan karateka nasional Jenny Zeanet. Menurut wanita berdarah Batak itu, Jenny punya hubungan adik-kakak dengan ibunya, Dessy Yovita.
Semasa aktif, Jenny memang merupakan salah satu karateka putri andalan Merah Putih. Jenny pernah mendulang medali emas pada SEA Games XXI Hanoi, 2003 lewat nomor kumite perorangan putri -53kg. Dan saat ini, Jenny melanjutkan karirnya sebagai salah satu pelatih di tim karate DKI Jakarta.
"Iya, tante Jenny Zeanet masih saudaraan sama mama. Dulu sering diajak lihat latihan sama tante."
Di keluarganya, Ceyco juga bukan satu-satunya yang menggeluti olahraga karate. Kakaknya, Caesar George Issac Hutagalung juga bergelut di dunia yang sama. Caesar bahkan pernah satu kontingen dengan Ceyco di Kejuaraan Karate Asia Tenggara (SEAKF) di Vietnam, 16-18 April 2014.
Saat itu, Ceyco merebut emas di nomor kumite kadet 59kg putri. Sedangkan Caesar hanya mampu mendulang perunggu dari nomor kumite 84kg putra senior.
Selasa, 04 Agustus 2015
Senin, 03 Agustus 2015
Karateka DKI
Karateka DKI Rebut 3 Emas dan 3 Perunggu di Thailand
Peserta yang tampil di ajang ini pun tak main-main. Seperti diutarakan Plt Ketua Umum Penprov Forki DKI Yusran Arif, ada 30 negara peserta. “Mereka rata rata menampilkan karateka nasionalnya seperti Iran, Kazhakstan, Jepang dan juga ada beberapa negara Eropa,” jelas Yusran yang juga mantan karateka nasional ini di Jakarta, Jumat (31/7).
Dikatakan saat pelepasan tim di halaman Masjid Albina kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, dirinya tak berani memasang target yang muluk-muluk.
“Saya hanya berpesan saja kepada karateka untuk bisa menampilkan kemampuan yang dimiliki. Selain itu turnamen ini hanya untuk menambah jam terbang saja,” jelasnya.
“Saya hanya berpesan saja kepada karateka untuk bisa menampilkan kemampuan yang dimiliki. Selain itu turnamen ini hanya untuk menambah jam terbang saja,” jelasnya.
Namun tak dinyana karaketa asuhan Rita Sagala ini tampil kesetanan. Alhasil tiga medali emas pun bisa diraih lewat karateka Candra di nomor kata perorangan putra, Ceyko di kumite putri kelas 59 plus dan kata beregu putra.
Sedang medali perunggu masing masig disumbangkan Maya Seva kumite -55 putri, Dewi Prasetia kata perorangan putri dan Ihsan di kumite 60 kg putra.
Sedang medali perunggu masing masig disumbangkan Maya Seva kumite -55 putri, Dewi Prasetia kata perorangan putri dan Ihsan di kumite 60 kg putra.
“Karateka yang kita terjunkan ini akan menjadi kerangka tim yang akan kita turunkan di Pra-PON 2016 di Medan, Sumatera Utara pertengahan Oktober ini,” jelas Yusran yang juga menjabat Wakabid Binpres KONI DKI (buk)
Langganan:
Postingan (Atom)









